Erick Thohir Dorong Pemain Liga Domestik Masuk Timnas, PSSI Fokus Kembangkan Talenta Lokal
Dalam dunia kuliner, kita kenal istilah “bumbu lokal rasa internasional”. Nah, di sepak bola, hal serupa juga sedang dicita-citakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia berharap Timnas Indonesia ke depan tidak hanya bertumpu pada “bumbu impor” alias pemain diaspora, tapi juga diisi oleh talenta lokal yang dipoles dari dapur kompetisi dalam negeri.
Keinginan itu dilontarkan Erick dalam wawancara terbarunya, Jumat (28/3/2025), di mana ia menyebut pentingnya mengembangkan talent pool dari liga nasional sejak usia muda. Targetnya jelas: menciptakan generasi pesepak bola Indonesia yang bukan hanya andal di atas kertas, tapi matang secara karakter dan kebanggaan membela Garuda.
“Jadi saya berharap, bagaimana penciptaan talent pool sejak muda di dalam negeri terutama, itu yang kami review,” ujarnya di Jakarta.

Tetap Terbuka untuk Diaspora
Meski mengusung semangat lokal, Erick juga tidak menutup pintu bagi pesepak bola diaspora. Jika mereka memenuhi syarat dan punya kemampuan bersaing, tempat di Timnas tetap terbuka. Karena bagaimanapun, cita rasa terbaik dalam sepak bola memang datang dari racikan seimbang—antara pengalaman luar dan semangat dari dalam negeri.
“Kami juga tidak menutup ketika para pemain diaspora ingin jadi bagian dari kami,” tambahnya.
Saat ini, Timnas Indonesia diisi oleh belasan pemain keturunan hasil naturalisasi. Beberapa di antaranya jadi aktor penting dalam peningkatan performa skuad Garuda di berbagai turnamen, dan membawa semangat baru yang menyatu dengan ritme sepak bola lokal.
Insight : FIFA Putuskan Status Pemain Rafaelson
Terobosan Pemerintah untuk Timnas
Menariknya, Erick juga mengungkap ada diskusi khusus bersama Presiden Prabowo Subianto dan Mensesneg Prasetyo Hadi terkait masa depan tim nasional. Rencana ini termasuk pemberian apresiasi khusus untuk pemain-pemain yang telah berjasa mengangkat nama Indonesia di level tertinggi.
“Ada diskusi dengan Pak Presiden dan Mensesneg, dan nanti akan saya laporkan ke Menpora soal terobosan pemerintah ke depan,” jelas Erick.
Apresiasi itu ditujukan untuk semua—baik pemain lokal maupun diaspora—yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam memperkuat Timnas Indonesia.
Talenta Lokal dan Rasa Nasional
Seperti masakan rumahan yang punya rasa tak tergantikan, pemain-pemain lokal juga menyimpan kekuatan yang kadang tersembunyi: loyalitas, semangat, dan pemahaman terhadap filosofi permainan khas Indonesia.
Jika proses pembibitan dilakukan dengan serius, bukan tidak mungkin ke depan, Timnas bisa menyajikan “menu utama” yang diracik dari dapur sendiri—berkelas internasional, tapi tetap beraroma lokal.
Cek Berita & Artikel Lainnya di: livescore180.com
