Iran Protes Resmi ke FIFA Sebelum Lawan Belgia, Pelatih Sebut Timnya Paling Tertindas di Piala Dunia 2026


Ringkasan Cepat:

  • Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) ajukan keluhan resmi ke FIFA pada 18 Juni 2026 soal diskriminasi perjalanan
  • Iran dipaksa bolak-balik Tijuana (Meksiko)โ€“Los Angeles hanya H-1 pertandingan, tanpa waktu pemulihan
  • Pelatih Amir Ghalenoei menyebut timnya “paling tertindas” di seluruh Piala Dunia 2026, didukung kapten Mehdi Taremi

๐Ÿ”– Simpan artikel ini untuk mendapatkan update terkini dari livescore180.

Los Angeles, 22 Juni 2026 โ€” Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) resmi mengajukan protes ke FIFA pada Kamis (18/6/2026) akibat pembatasan perjalanan yang membuat skuad Team Melli dipaksa bolak-balik antara Tijuana, Meksiko, dan Los Angeles hanya sehari sebelum setiap laga, termasuk duel krusial melawan Belgia di Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung Senin (22/6) dini hari pukul 02.00 WIB.


Mengapa Iran Ajukan Protes ke FIFA?

Iran Protes Resmi ke FIFA Sebelum Lawan Belgia, Pelatih Sebut Timnya Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Persoalan ini bermula jauh sebelum bola pertama digulirkan di Piala Dunia 2026. Iran, yang awalnya berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai markas latihan, terpaksa memindahkan kamp ke Tijuana di perbatasan Meksiko-AS akibat ketegangan geopolitik yang masih membara di kawasan Timur Tengah. Perpindahan mendadak ini langsung merumitkan seluruh rantai logistik tim asuhan Amir Ghalenoei.

Masalah meruncing ketika FFIRI mengajukan permohonan agar tim dapat tiba di Los Angeles dua hari sebelum laga melawan Belgia โ€” langkah lazim yang dilakukan hampir semua peserta turnamen demi memastikan adaptasi medan, latihan finishing, dan pemulihan fisik optimal. Permohonan itu ditolak mentah-mentah.

“Meski telah menyerahkan jadwal persiapan turnamen jauh-jauh hari, tim nasional Iran kembali menghadapi pembatasan yang diberlakukan penyelenggara, yang memengaruhi pelaksanaan rencana staf teknis.”
โ€” Juru Bicara FFIRI, dikutip Al Jazeera, 19 Juni 2026

Pihak Iran menegaskan bahwa kebijakan ini bertentangan langsung dengan Prinsip Kesetaraan Kesempatan yang selama ini dijunjung FIFA โ€” prinsip yang semestinya menjamin kondisi persiapan setara bagi seluruh 48 tim peserta.

Konteks insiden ini menarik dicermati mengingat perjalanan Indonesia ke Piala Dunia 2026 yang juga diwarnai berbagai dinamika geopolitik kawasan Asia, meski dengan skala tantangan yang sangat berbeda.


Kronologi Perjalanan Iran yang Melelahkan

Iran Protes Resmi ke FIFA Sebelum Lawan Belgia, Pelatih Sebut Timnya Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Kapten Iran sekaligus striker andalan Inter Milan, Mehdi Taremi, tidak menyembunyikan frustrasinya. Dalam pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, ia merangkum kondisi tim dengan tiga kata: “Everything is a disaster.”

Bukan hiperbola belaka. Berikut kronologi faktual yang dialami Iran sejak laga pembuka:

WaktuKejadian
17 Juni 2026Iran bermain imbang 2-2 vs Selandia Baru di Los Angeles
17 Juni 2026 (malam)Delegasi Iran langsung dipulangkan ke Tijuana, Meksiko
18 Juni 2026FFIRI ajukan protes resmi ke FIFA, dokumen dikirim via jalur hukum
19 Juni 2026Andrew Giuliani (AS) tegaskan aturan tidak berubah
22 Juni 2026Iran vs Belgia, Grup G, SoFi Stadium Los Angeles

Pada laga pembuka melawan Selandia Baru, jarak penerbangan charter dari Bandara Internasional Tijuana ke Bandara Internasional Los Angeles hanya 127 mil โ€” mestinya bisa ditempuh dalam waktu singkat. Namun Taremi mengungkapkan perjalanan tersebut membengkak menjadi lima jam akibat berbagai prosedur lintas negara yang harus dilalui rombongan.

Persoalan bertambah runyam ketika terungkap bahwa visa pemain sayap Mehdi Torabi sempat kedaluwarsa usai pertandingan pertama. Meski situasi itu kemudian diselesaikan setelah Torabi mendapat visa baru dengan izin masuk berkali-kali, insiden ini mempertegas betapa rawannya kondisi logistik Iran dibandingkan 47 tim peserta lainnya.


Respons Amerika Serikat: Aturan Sudah Jelas Sejak Awal

Iran Protes Resmi ke FIFA Sebelum Lawan Belgia, Pelatih Sebut Timnya Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Pihak Amerika Serikat tidak bergeming. Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan kepada Iran merupakan mandat keamanan yang sudah dikomunikasikan jauh sebelum turnamen dimulai.

“Tim akan diizinkan masuk dengan skema match day minus one โ€” yaitu sehari sebelum pertandingan. Mereka akan diminta meninggalkan negara pada malam harinya, dan aturan yang sama berlaku di Los Angeles.”
โ€” Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, dikutip Times Indonesia

Giuliani menambahkan bahwa hingga kini tidak ada ancaman kredibel yang teridentifikasi terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026, dan komunitas intelijen AS terus memantau seluruh proses secara intensif. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga membantah adanya diskriminasi, menyebut aturan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan keamanan yang mengikat.

Menariknya, ada celah regulasi yang justru mempersulit posisi Iran. Pasal 18.3 Peraturan Piala Dunia 2026 FIFA sendiri menetapkan bahwa setiap tim harus melakukan perjalanan dari base camp ke tempat pertandingan H-1 โ€” dan hanya dalam kasus luar biasa diizinkan H-2. Secara teknis, perlakuan AS terhadap Iran tidak melanggar regulasi FIFA.

Namun bagi kubu Iran, “kasus luar biasa” itulah yang harusnya berlaku mengingat kickoff melawan Belgia dijadwalkan pukul 12.00 waktu Los Angeles โ€” bukan malam hari seperti kebanyakan pertandingan lain.


“Tim Paling Tertindas” โ€” Ghalenoei Bicara Terbuka

Iran Protes Resmi ke FIFA Sebelum Lawan Belgia, Pelatih Sebut Timnya Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Pernyataan paling menggugah justru datang dari sang pelatih kepala. Setelah pertandingan melawan Selandia Baru, Amir Ghalenoei bicara lantang di hadapan media internasional:

“Saya pikir tim ini mungkin adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia.”
โ€” Amir Ghalenoei, Pelatih Kepala Iran, dikutip ESPN

Ghalenoei merinci: timnya semula berharap dapat menginap semalam di California untuk menjalani pemulihan fisik normal sebelum kembali ke Tijuana. Kenyataannya, mereka harus langsung terbang pulang sesaat setelah peluit panjang berbunyi, tanpa istirahat layak di hotel.

Pemain sayap Saeid Ezzatollahi sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa FIFA sudah menjanjikan solusi untuk masalah ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FIFA atas keluhan FFIRI yang diajukan pada 18 Juni 2026.

Situasi ini mengingatkan publik sepak bola pada keberhasilan Timnas Indonesia yang membantai Oman 3-0 dalam fase kualifikasi โ€” sebuah pencapaian yang juga diwarnai tekanan besar namun berhasil dikelola dengan baik oleh manajemen tim.


Apa Dampaknya bagi Iran di Sisa Fase Grup?

Iran kini berada di posisi kritis. Berikut situasi terkini Grup G Piala Dunia 2026 setelah Matchday 1:

TimMainMenangImbangKalahPoin
Belgia11003
Iran10101
Selandia Baru10101
Mesir10010

Dengan hasil imbang di laga pembuka, Iran butuh minimal satu kemenangan untuk menjaga peluang ke babak 32 besar. Laga melawan Belgia โ€” yang sudah meraih tiga poin dari Matchday 1 โ€” menjadi ujian besar bagi ketahanan mental dan fisik Team Melli.

Yang memperumit situasi: pembatasan perjalanan yang sama sudah dipastikan berlaku untuk laga pamungkas Iran vs Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026. Artinya, sepanjang fase grup, Iran adalah satu-satunya tim yang tidak bisa menginap lebih dari satu malam di kota tempat mereka bertanding.

Dinamika ini menjadi salah satu sub-plot paling menarik dari Piala Dunia 2026, turnamen yang drawing-nya ditetapkan FIFA bulan November lalu dengan ekspektasi besar sebagai festival sepak bola yang inklusif.


Apa Selanjutnya?

Iran Protes Resmi ke FIFA Sebelum Lawan Belgia, Pelatih Sebut Timnya Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

FIFA belum mengeluarkan respons resmi atas keluhan FFIRI per tanggal publikasi artikel ini. Giuliani dari pihak AS menyebut adanya kemungkinan evaluasi menjelang laga ketiga Iran vs Mesir di Seattle โ€” namun tidak memberikan kepastian apapun.

Yang pasti, Iran kini bertarung di dua medan sekaligus: melawan Belgia di lapangan SoFi Stadium, dan melawan sistem birokrasi di koridor-koridor FIFA. Apapun hasilnya di lapangan malam ini, protes resmi FFIRI sudah meninggalkan catatan sejarah: Piala Dunia 2026 adalah turnamen pertama di mana sebuah tim nasional terpaksa mengajukan keluhan hukum soal hak perjalanan kepada penyelenggara.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perjuangan bersejarah Garuda muda vs Jepang dalam perburuan tiket Piala Dunia 2026, kasus Iran memberikan perspektif baru tentang betapa kompleksnya mengelola tim nasional di panggung sepak bola global yang kian terpengaruh dinamika politik.


FAQ โ€” Pertanyaan Seputar Protes Iran ke FIFA


Mengapa Iran tidak boleh tinggal lebih dari satu malam di Amerika Serikat?

Pemerintah AS memberlakukan pembatasan perjalanan kepada delegasi Iran berdasarkan pertimbangan keamanan dan status hubungan diplomatik kedua negara. Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, menyebut aturan ini sudah dikomunikasikan sebelum turnamen dimulai dan merupakan bagian dari kesepakatan keamanan yang mengikat

Apakah protes Iran ke FIFA melanggar regulasi Piala Dunia 2026?

Tidak. Pengajuan keluhan resmi melalui jalur hukum FIFA adalah hak setiap federasi anggota. FFIRI memanfaatkan mekanisme resmi yang tersedia. Namun secara teknis, Pasal 18.3 Regulasi Piala Dunia 2026 FIFA sendiri memang menetapkan skema H-1 sebagai standar perjalanan tim, sehingga posisi Iran secara regulasi cukup lemah.

Apa yang dikatakan kapten Iran, Mehdi Taremi?

Taremi menggambarkan situasi timnya dengan kalimat “Everything is a disaster” โ€” merujuk pada perjalanan lima jam yang dialami timnya untuk rute seharusnya hanya 127 mil, serta ketidakpastian logistik yang terus membayangi persiapan turnamen Iran.

Apakah FIFA sudah merespons keluhan Iran?

Per 22 Juni 2026, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi atas keluhan yang diajukan FFIRI pada 18 Juni 2026. Pemain Iran Saeid Ezzatollahi sebelumnya mengungkapkan FIFA pernah menjanjikan solusi, namun realisasinya belum terjadi.


Artikel ini disusun oleh Redaksi Livescore180 berdasarkan laporan Al Jazeera, ESPN, RTE, Times Indonesia, dan Medcom. Untuk update terbaru seputar Piala Dunia 2026, kunjungi livescore180.com.