LIVESCORE180.COM – PSM Makassar secara resmi mengajukan banding atas sanksi pengurangan tiga poin yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 073/L1/SK/KD-PSSI/XII/2024. Hukuman ini terkait insiden kontroversial bermainnya 12 pemain PSM dalam laga pekan ke-16 Liga 1 2024-2025 melawan Barito Putera yang berlangsung di Stadion Batakan Balikpapan, Minggu (22/12/2024).
Manajemen PSM Makassar menegaskan bahwa mereka menghormati keputusan Komdis PSSI. Namun, berdasarkan hasil analisis tim legal klub terhadap keterangan saksi dan kesimpulan yang diambil, mereka memutuskan untuk menggunakan hak banding sebagai langkah melindungi integritas klub.
Latar Belakang Insiden
Insiden 12 pemain ini terjadi saat PSM Makassar berhadapan dengan Barito Putera. Dalam momen tertentu selama pertandingan, kesalahan teknis menyebabkan PSM memiliki 12 pemain di lapangan, yang melanggar regulasi permainan.
Meski kejadian tersebut hanya berlangsung selama beberapa detik sebelum disadari oleh ofisial pertandingan, Komdis PSSI tetap memutuskan untuk memberikan sanksi tegas berupa pengurangan tiga poin dari total poin yang telah dikumpulkan PSM Makassar di klasemen Liga 1.
Respons PSM Makassar
Melalui pernyataan resminya, manajemen PSM Makassar menyatakan bahwa mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, mereka juga menilai ada beberapa hal yang perlu dikaji ulang terkait keputusan Komdis.
“Kami menghormati keputusan Komdis PSSI, tetapi setelah mempelajari lebih lanjut keterangan saksi dan bukti yang ada, kami merasa ada dasar untuk mengajukan banding,” ujar Direktur Legal PSM Makassar, Andi Darwis.
Andi menambahkan bahwa insiden ini terjadi akibat kesalahan teknis yang tidak disengaja. Ia berharap bahwa banding yang diajukan dapat dipertimbangkan secara objektif oleh PSSI.
“Kami tidak berniat melanggar aturan. Kami berharap Komisi Banding dapat meninjau kembali sanksi ini dengan mempertimbangkan fakta-fakta yang kami ajukan,” tambahnya.
Dampak Sanksi terhadap PSM
Sanksi pengurangan tiga poin ini memiliki dampak besar terhadap posisi PSM Makassar di klasemen Liga 1. Sebelum sanksi, PSM berada di peringkat kelima dengan koleksi 30 poin. Namun, setelah pengurangan poin, mereka turun ke posisi kedelapan, dengan peluang merebut posisi papan atas menjadi semakin berat.
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, juga menyatakan keprihatinannya atas keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus tim saat ini adalah mempertahankan performa terbaik mereka di sisa musim, sembari menunggu hasil dari proses banding.
“Kami akan tetap fokus di lapangan. Apa pun hasil banding nanti, semangat tim tidak boleh turun,” tegas Tavares.
Regulasi Terkait dan Proses Banding

Berdasarkan regulasi PSSI, setiap klub yang merasa keberatan atas keputusan Komdis berhak mengajukan banding dalam waktu 7 hari kerja setelah keputusan diterbitkan. Dalam proses ini, PSM Makassar akan menyampaikan dokumen pendukung yang dianggap relevan, termasuk rekaman pertandingan dan kesaksian dari ofisial tim.
Komisi Banding PSSI memiliki waktu untuk mengevaluasi dokumen tersebut sebelum mengeluarkan keputusan final. Jika banding ditolak, maka sanksi pengurangan poin tetap berlaku dan menjadi keputusan yang tidak dapat diganggu gugat.
Kesimpulan
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua klub Liga 1 untuk lebih memperhatikan aspek teknis selama pertandingan guna menghindari pelanggaran serupa. Sementara itu, PSM Makassar berharap bahwa pengajuan banding mereka dapat diterima, sehingga klub dapat kembali fokus pada persaingan di Liga 1 tanpa beban sanksi pengurangan poin.
Keputusan final dari Komisi Banding PSSI akan menjadi penentu apakah PSM dapat mempertahankan posisinya di papan atas atau harus berjuang lebih keras di paruh kedua musim ini.
WARKOP4D – Situs Slot Online Terpercaya & Gacor 2025