Thomas Tuchel dan PSG: Sejarah yang Penuh Kontroversi
Sejak Thomas Tuchel ditunjuk sebagai pelatih Paris Saint-Germain pada 2018, ekspektasi tinggi langsung dibebankan kepadanya. Dengan skuad bertabur bintang dan dukungan finansial dari Qatar Sports Investments (QSI), ia diharapkan bisa membawa PSG mendominasi Prancis dan akhirnya meraih trofi Liga Champions UEFA.
Namun, selama dua musimnya di klub ibu kota Prancis, hasil yang ia raih jauh dari kata memuaskan bagi sebagian pihak. Mantan pelatih PSG, Luis Fernandez, bahkan secara terbuka menyebut Tuchel sebagai “pelatih terburuk” dalam sejarah kepemilikan Qatar di PSG. Benarkah klaim tersebut?
Tuchel Dinilai Buruk?
Sejumlah faktor menjadi dasar kritik terhadap Thomas Tuchel selama menangani PSG. Berikut beberapa aspek yang membuatnya dianggap gagal:
- Gagal di Liga Champions Salah satu alasan utama PSG merekrut Tuchel adalah untuk memenangi Liga Champions. Namun, di musim pertamanya (2018/19), PSG tersingkir di babak 16 besar setelah kekalahan dramatis dari Manchester United, meskipun mereka sempat unggul 2-0 di leg pertama.
- Hasil Buruk di Kompetisi Domestik Meski mendominasi Ligue 1, Tuchel mengalami sejumlah kegagalan di kompetisi domestik. PSG kalah dalam final Coupe de France 2019 melawan Rennes lewat adu penalti, kekalahan yang dianggap memalukan karena PSG sebelumnya selalu dominan di turnamen ini.
- Kurangnya Konsistensi dalam Strategi Tuchel dikenal sebagai pelatih taktis, tetapi seringkali ia melakukan perubahan yang justru merugikan tim. Beberapa keputusan taktiknya dianggap tidak sesuai dengan gaya bermain para pemain bintang PSG, termasuk Neymar dan Mbappé.
- Ketidakmampuan Mengontrol Ego Pemain Salah satu tantangan terbesar melatih PSG adalah mengelola skuad yang penuh bintang. Tuchel mengalami kesulitan dalam menangani hubungan internal tim dan beberapa kali terlibat konflik dengan pemain.

Konteks Sejarah: Dibandingkan dengan Pelatih PSG Sebelumnya
Untuk menilai apakah Tuchel benar-benar pelatih terburuk di era QSI, kita bisa membandingkannya dengan pelatih PSG lainnya:
- Carlo Ancelotti (2011-2013)
- Tidak memenangkan Liga Champions, tetapi menanamkan fondasi tim yang kuat.
- Laurent Blanc (2013-2016)
- Meraih banyak trofi domestik, tetapi juga gagal di Liga Champions.
- Unai Emery (2016-2018)
- Tersingkir dramatis dari Barcelona dalam comeback Remontada (6-1) di Liga Champions.
Jika melihat catatan ini, Tuchel bukan satu-satunya pelatih yang gagal membawa PSG juara Eropa. Namun, kegagalannya terasa lebih menyakitkan karena ekspektasi yang semakin tinggi setiap musimnya.
PSG Terlalu Cepat Menyalahkan Tuchel?
Meski Tuchel dianggap gagal oleh beberapa pihak, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa dia tidak sepenuhnya bersalah. Beberapa alasan yang mendukung Tuchel antara lain:
- Cedera Pemain Kunci
- Selama kepemimpinannya, PSG sering kehilangan pemain bintang karena cedera, terutama Neymar yang absen di beberapa pertandingan penting.
- Tekanan yang Tidak Realistis
- PSG adalah klub dengan tekanan besar dari manajemen dan suporter. Setiap kegagalan di Liga Champions dianggap sebagai aib, meskipun mereka tetap mendominasi di Prancis.
- Musim 2019/20 yang Sukses
- Sebelum dipecat pada Desember 2020, Tuchel membawa PSG ke final Liga Champions 2019/20, pencapaian terbaik mereka dalam sejarah. Mereka kalah dari Bayern Munich, tetapi tetap menunjukkan progres.
Insight : Jordi Cruyff Jadi Penasihat Teknik PSSI
Dampak Pemecatan Tuchel dan Perjalanan Kariernya Setelah PSG
Pada Desember 2020, Tuchel dipecat dari PSG dan digantikan oleh Mauricio Pochettino. Namun, hanya beberapa bulan setelah pemecatannya, ia justru memenangkan Liga Champions bersama Chelsea pada Mei 2021, membuktikan bahwa dirinya masih pelatih berkualitas.

Keberhasilannya di Chelsea menjadi bukti bahwa mungkin kegagalannya di PSG bukan hanya karena dirinya, tetapi juga karena lingkungan dan tekanan yang tidak selalu kondusif.
Apakah Thomas Tuchel Benar-Benar Pelatih PSG Terburuk?
Menilai Tuchel sebagai “pelatih terburuk” PSG di era Qatar mungkin terlalu berlebihan. Meski ia mengalami beberapa kegagalan, ia juga membawa PSG lebih dekat ke trofi Liga Champions dibandingkan pelatih sebelumnya.
Kritik dari Luis Fernandez bisa dimaklumi, tetapi perlu diingat bahwa ekspektasi di PSG sangat tinggi. Setiap pelatih yang gagal membawa mereka menjuarai Eropa akan selalu dianggap kurang berhasil.
Pada akhirnya, sejarah membuktikan bahwa Thomas Tuchel tetaplah pelatih berkualitas. Hanya saja, mungkin PSG bukan tempat terbaik baginya untuk menunjukkan kehebatannya.
Cek Berita & Artikel Lainnya di: livescore180.com/