Rapor Pemain Persebaya vs Persis Solo: Ernando Ari Bersinar, Arief Catur Tampil Mengecewakan

rapor pemain

Rapor Pemain Persebaya & Persis Solo?

livescroe180.com – Performa Persebaya Surabaya masih jauh dari kata membaik sejak memasuki tahun 2025. Kekalahan terbaru dari Persis Solo dengan skor 2-1 di Stadion Manahan, Surakarta, pada 7 Februari 2025, semakin memperpanjang tren negatif mereka.

Tim asuhan Paul Munster kini sudah tujuh pertandingan tanpa kemenangan, dengan catatan lima kekalahan dan satu hasil imbang. Statistik dari Liga 1 Match menunjukkan bahwa Persebaya memang tampil di bawah standar, dengan penguasaan bola hanya 29% dan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Selain performa tim yang kurang maksimal, beberapa pemain juga tampil di bawah ekspektasi. Hanya Ernando Ari dan Francisco Rivera yang menunjukkan kualitasnya, sementara mayoritas pemain lainnya tampil mengecewakan.

rapor pemain

Ernando Ari Jadi Pemain Terbaik

Menurut data dari Sofascore, Ernando Ari menjadi pemain dengan rating tertinggi, yakni 7,6. Penjaga gawang Timnas Indonesia ini melakukan tujuh penyelamatan penting, termasuk tiga dari dalam kotak penalti, yang mencegah Persebaya kebobolan lebih banyak.

Di lini serang, Francisco Rivera menjadi pemain terbaik kedua dengan rating 7,3. Pergerakannya aktif dan memberikan kontribusi penting dalam menciptakan peluang bagi timnya.

Sementara itu, satu-satunya pemain pengganti yang tampil impresif adalah Malik Risaldi, yang mendapatkan rating 7,2 setelah masuk menggantikan Alvan Suaib di menit ke-36.

Lini Pertahanan Lemah, Arief Catur Flop

Di lini belakang, mayoritas pemain bertahan Persebaya tampil kurang maksimal. Berikut adalah rating lini belakang Persebaya:

  • Ardi Idrus6,5
  • Dime Dimov6,4
  • Kadek Raditya6,3
  • Arief Catur6,0

Di antara mereka, Arief Catur Pamungkas menjadi pemain dengan rating terendah, hanya 6,0. Bek kanan ini terlihat kesulitan menghadapi serangan lawan dan tercatat kehilangan bola 10 kali, serta melakukan dua pelanggaran yang cukup merugikan tim.

Lini Tengah Kurang Kreatif

Di lini tengah, Gilson Costa menjadi pemain dengan performa paling mengecewakan, mendapatkan rating 5,5. Kartu merah yang ia terima semakin memperburuk situasinya.

Berikut adalah rating para gelandang Persebaya:

  • Mohammed Rashid6,7 (terbaik di lini tengah)
  • Flavio Silva6,6
  • Alvan Suaib6,4

Minimnya kreativitas dan koordinasi di lini tengah menjadi salah satu faktor utama Persebaya kesulitan menguasai permainan.

Daya Gedor Lemah, Dejan Tumbas Mengecewakan

Dua pemain di lini depan Persebaya menunjukkan performa yang bertolak belakang.

  • Francisco Rivera tampil baik dan mendapatkan rating 7,3.
  • Dejan Tumbas tampil kurang maksimal dengan rating 6,3.

Minimnya ketajaman lini depan menjadi pekerjaan rumah bagi Paul Munster, terutama saat menghadapi lawan yang bertahan dengan disiplin.

PR Besar Paul Munster Memperbaiki Daya Gedor & Lini Belakang

Jika ditelaah lebih dalam, masalah utama Persebaya dalam beberapa pertandingan terakhir ada di dua sektor:

  1. Lini serang kurang tajam → Dalam enam laga terakhir, Persebaya hanya mencetak tiga gol, di mana dua di antaranya berasal dari penalti dan satu gol bunuh diri lawan.
  2. Lini belakang rapuh → Dalam periode yang sama, mereka sudah kebobolan 13 gol.

Paul Munster kini hanya memiliki dua pertandingan tersisa untuk memperbaiki performa timnya, yaitu:

  • Laga kandang melawan PSBS
  • Laga tandang melawan Dewa United

Jika Persebaya gagal menunjukkan peningkatan dalam dua laga ini, kemungkinan besar posisi Paul Munster sebagai pelatih akan terancam.

Performa buruk Persebaya saat melawan Persis Solo kembali menambah deretan catatan negatif mereka di musim ini. Meski Ernando Ari dan Francisco Rivera menunjukkan performa impresif yang memberikan sedikit harapan, kinerja pemain seperti Arief Catur dan Gilson Costa memperlihatkan adanya masalah mendalam dalam tim. Lini serang yang tumpul dan pertahanan yang rapuh menjadi dua isu utama yang belum mampu diselesaikan.

Paul Munster, sebagai pelatih, berada dalam tekanan besar untuk segera menemukan solusi efektif. Jika dalam dua laga ke depan Persebaya tidak menunjukkan peningkatan signifikan, bukan tidak mungkin manajemen akan mempertimbangkan langkah drastis, termasuk mengganti pelatih. Situasi ini menjadi ujian berat bagi Munster, apakah ia mampu mengubah arah tim sebelum musim ini benar-benar menjadi mimpi buruk.

Keberhasilan atau kegagalan Persebaya dalam keluar dari keterpurukan akan sangat bergantung pada bagaimana mereka beradaptasi, memperbaiki strategi, dan menanamkan semangat juang baru di tengah tekanan yang terus meningkat. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi soal mempertahankan kepercayaan suporter dan mengembalikan marwah sebagai salah satu tim besar di Indonesia.

Kilas Balik :

Cek Berita & Artikel Lainnya di: livescore180.com